Jumat, 25 November 2011

Resume Pendidikan Anak di SD PDGK4403 Modul 10-12


Resume Pendidikan Anak di SD PDGK4403 Modul 10-12 

 

MODUL 10
IMPLIKASI HAK ANAK DI SEKOLAH DASAR

KEGIATAN BELAJAR 1
IMPLIKASI PELAKSANAAN HAK ANAK PADA PEMBELAJARAN SD
Dengan mengacu pada teori Bronfenbrenner, Myers (1995) mengemukakan pandangannya dimana lingkungan belajar anak yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya dan tetangga, dan masyarakat institusi.
a.      Pengertian kurikuler, kokulikuler, dan extrakurikuler
Kurikuler merupakan kegiatan yang berkaitan dengan dengan kurikulum.  Kegiatan kokurikuler merupakan rangkaian kegiatan kesiswaan yang berada dalam sekolah. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.

b.      Tujuan dilakukan kegiatan kurikuler, kokulikuler, dan extrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan agar anak dapat mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam program  kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.

c.       Pelaksanaan hak anak dalam kurikuler, kokulikuler, dan extrakurikuler
Dalam rencana strategis departemen pendidikan nasional 2005-2009 disebutkan mengenai program penguatan kebijakan Depdiknas dengan rencana pembangunan jangka menengah Bappenas. Rencana Bappenas mengenai wajib belajar 9 tahun.
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan  peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2005 tentang rencana pembangunan jangkan menengah nasional.

Rencana menunjang kegiatan kurikuler, kokulikuler, dan extrakurikuler dilakukan sebagaimana dicantumkan dalam tujuan pembangunan pendidikan nasional jangka menengah antara lain :
1.      Meningkatkan iman, taqwa dan ahlak mulia
2.      Meningkatkan penguasaan iptek
3.      Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis
4.      Meningkatkan kualitas jasmani
5.      Meningkatkan pemerataan kemerataan belajar pada semua jenis jenjang pendidikan
6.      Memperluas akses pendidikan nonformal

KEGIATAN BELAJAR 2
CONTOH-CONTOH PELANGGARAN HAK ANAK DI SEKOLAH DASAR
Di Indonesia pelanggaran hak anak yaitu : mempekerjakan anak di sektor formal maupun informal dan eksploitasi hak anak.
Rencana pemerintah tampaknya mengacu pada data yang dihimpun dari direktorat pendidikan nasional dan menengah diperoleh hal-hal berikut:
1.      Mutu pendidikan
Kondisi pendidikan guru belum seluruhnya seperti yang diharapkan akan mempengaruhi kualitas kerja mereka.
a.      Sarana dan prasarana yang terbatas
b.      Kondisi sekolah yang rusak
c.       Pendanaan pendidikan yang belum memadai
d.      Pembelajaran yang belum efisien dan efektif. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya guru kreatif, kurangnya dukungan dari pihak sekolah, mahalnya buku pelajaran sekolah.
e.      Pelaksanaan pendidikan ekslusif
f.        Adanya tindakan kekerasan terhadap siswa

PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENDIDIKAN
Herlina dkk 2003 penyelenggaraan perlindungan anak dalam pendidikan perlu dilakukan dengan cara :
1.      Wajib belajar 9 tahun
2.      Anak yang menyandang cacat fisik ataupun mental diberi kesempatan yang sama




MODUL  11
KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR

KEGIATAN BELAJAR 1
HAKIKAT BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR
a.      Latar belakang perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
Rohman nata Wijaya (1987) mengemukakan 5 faktor yang melatarbelakangi perlunya bimbingan dan konseling dalam proses pendidikan di sekolah yaitu :
a.  kesadaran akan perbedaan individual diantara setiap manusia
b. kesadaran akan perlunya sistem pelayanan kependidikan lainnya yang berpusat pada anak
c. kesadaran akan perlunya konsep demokrasi
d. kesadaran akan permasalahan yang dihadapi oleh individu dalam kehidupan bermasyarakat
b.      Pengertian Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
Istilah bimbingan digunakan dalam konteks pendidikan, pengajaran, kepemimpinan dan upaya-upaya yang berkaitan dengan proses kemanusiaan terutama dengan proses mempengaruhi atau mengubah tingkah laku. Konseling lebih bersifat hubungan antar luar pribadi yaitu antara seorang konselor dan dengan yang diberi bantuan

c.       Anggapan-anggapan yang Keliru tentang bimbingan dan konseling
Beberapa kekeliruan pemahaman tentang bimbingan :
1.      bimbingan diberikan kepada anak yang bermasalah.
2.      Anggapan ini keliru karena bimbingan di sekolah dasar harus diberikan kepada semua anak.
3.      bimbingan untuk semua anak
4.      Bimbingan bukan hanya diberikan kepada anak yang nakal, aturan aturan yang disebut sebagai kasus melainkan anak yang pintar.
5.      bimbingan diperuntukkan bagi siswa sekolah lanjutan
6.      Anggapan ini keliru karena tidak sesuai dengan prinsip bimbingan.
7.      bimbingan sama dengan nasehat
8.      Bimbingan tidak berarti pemberian nasehat kepada seseorang.
9.      bimbingan adalah tugas para ahli
10.  Anggapan itupun keliru karena tidak semua kegiatan bimbingan dan konseling adalah tugas para ahli bimbingan atau yang disebut guru pembimbing.
11.  bimbingan adalah obat mujarab untuk semua penyakit tingkah laku.
12.  bimbingan disamakan dengan konseling

d.      Tujuan-tujuan bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar
Tujuan akhir bimbingan dan konseling ditingkatan pendidikan apapun adalah agar peserta didik mencapai tugas-ugas perkembangan secara optimal dalam berbagai aspek sesuai tingkat perkembangan dan lingkungan sosial budaya dimana dia hidup.

e.      Prinsip bimbingan di SD
Tiedeman, Dinckmeyer dan Dreikurs dalam Stones (1983) memandang bahwa program bimbingan di SD perlu diarahkan pada perkembangan kognitif dan afektif.

f.        Hakikat bimbingan dan konseling
Hakikat bimbingan dapat dipahami sebagai berikut:
1. bimbingan di SD merupakan suatu proses bantuan yang kontinyu
2. bimbingan di SD merupakan proses membantu individu
3. diberikan atas dasar pemahaman tentang kebutuhan
4. bimbingan di SD bukan monopoli kegiatan suatu profesi
5. bimbingan untuk semua siswa
6. fungsi bimbingan untuk memecahkan masalah atau kesulitan yang dihadapi siswa



KEGIATAN BELAJAR 2
PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
A.      Pentingnya bimbingan di SD
Proses pendidikan di SD mengimplikasikan perlunya perubahan orientasi dalam beberapa aspek sistemiknya terutama berkenaan dengan substansi kemampuan yang harus dikembangkan proses pembelajaran dan bimbingan.

B.      Peran Guru dalam bimbingan dan konseling di SD
Program bimbingan di SD diarahkan pada pencapaian kecakapan siswa dalam pelaksanaan seluruh tugas perkembangannya secara efektif.

Rochman Natawidjaja (1984) salah seorang pakar terkemuka dalam bimbingan dan konseling mengemukakan peran yang harus dikaksanakan oleh guru dalam keseluruhan program bimbingan dan konseling dirumuskan kedalam 10 butir pernyataan:
1.      Mengidentifikasi kebutuhan,minat,bakat,dan masalah tiap anak, terutama didalam kelas
2.      Mengidentifikasi gejala salah suai pada diri anak dalam kegiatan di sekolah
3.      Memberi kemudahan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di lingkungan sekolah
4.      Melaksanakan bimbingan kelompok baik didalam maupun diluar kelas
5.      Melengkapi rencana yang telah dirumuskan oleh anak bersama guru
6.      Melaksanakan pengajaran sesuai dengan kebutuhan anak
7.      Mengumpulkan data dan informasi tentang anak terutama dalam kegiatan belajarnya
8.      Melaksanakan kontak dengan masyarakat, terutama pada orang tua atau wali anak
9.      Melaksanakan konseling terbatas
10.  Memberikan pelayanan rujukan



KEGIATAN BELAJAR 3
PERAN ORANG TUA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
A.      Keterkaitan Antara Peran Orang Tua dan Guru dalam bimbingan dan konseling
Peran orang tua dalam bimbingan tidak dapat dilepaskan dari peran guru karena peran keduanya dalam hal bimbingan merupakan peran yang bersifat kolaboratif.

B.      Perwujudan peran orang tua dalam bimbingan dan konseling
Bentuk perwujudan peran yang diharapkan dari orang tua dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SD di satu pihak akan sangat bergantung pada faktor pengetahuan dan kesadaran akan pendidikan anak, dipihak lain bergantung juga pada inisiatif sekolah serta dukungan kedua belah pihak.
Hasil penelitian juga mendukung tentang bentuk-bentuk peran yang diharapkan oleh orang tua siswa dalam rangka pelaksanaan pendidikan sekolah pada umumnya dan bimbingan konseling antara lain sebagai berikut :
1.      Mengadakan konsultasi
2.      Memberi balikan
3.      Menjadi sumber belajar
4.      Berupaya memenuhi perlengkapan belajar
5.      Menerima dan menghargai individualitas anak
6.      Memperlakukan anak sesuai norma sosial
7.      Membantu warga masyarakat



MODUL  12
PROSEDUR PENGELOLAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING  DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
JENIS-JENIS PERANGKAT BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
A.      Perangkat pengumpul data
Karena keterbatasan ruang akan dikemukakan beberapa perangkat bimbingan yang dipandang sangat penting:
1.      Pedoman Observasi
Pengumpulan data dengan observasi dapat dilakukan dengan catatan anekdot, daftar cek dan skala penilaian
2.      Pedoman wawancara
Wawancara merupakan cara memahami atau mendapatkan data tentang siswa melalui pembicaraan secara tatap muka.
Contoh pedoman wawancara masalah, tujuan umum, tujuan khusus, identitas subjek dan tempat wawancara, pertanyaan-pertanyaan pokok, hasil wawancara, dan catatan rekomendasi.
3.      Angket atau daftar isian
4.      Angket sosiometri

B.      Perangkat Penyimpan Data
Data tentang siswa harus dihimpun melalui data tentang kondisi fisik, karakteristik psikis, seperti bakat, minat, kebiasaan, perkembangan dan riwayat hidup, kondisi keluarga, dan prestasi pelajar.

C.      Perangkat informasi
Perangkat informasi dalam hal ini merujuk pada mediah, alat perlengkapan yang diperlukan.

D.     Perangkat Teknis Administrasi
Perangkat Teknis Administrasi berkenaan dengan blanko-blanko tertentu, buku catatan kegiatan bimbingan harian, program bimbingan dan konseling, beserta agenda dan format lainnya.

KEGIATAN BELAJAR 2
PERENCANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD
A.      Arti Penting Perencanaan Program Bimbingan
Perencanaan dapat dipandang sebagai suatu upaya untuk mempersiapkan sesuatu kegiatan agar kegiatan tersebut dapat dilakasanakan secara efektif dan efisien

B.      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan program bimbingan:
1.      Tujuan pendidikan dan karakteristik SD
Tujuan pendidikan di SD adalah memberikan bekal kemampuan dasar baca tulis hitung, pengetahuan, dan keterampilan dasar.
2.      Kebutuhan dan Karakteristik siswa SD

C.      Ciri-ciri Program bimbingan yang baik di SD
Program bimbingan yang baik, yaitu program yang apabila dilaksanakan akan efisien dan efektif memiliki ciri-ciri :
1.      Program itu disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata dari para siswa sekolah yang bersangkutan.
2.      Kegiatan bimbingan diatur menurut skala prioritas yang juga ditentukan berdasarkan kebutuhan siswa dan kemampuan petugas.
3.      Program itu dikembangkan berangsur-angsur dengan melibatkan semua tenaga pendidikan di sekolah dalam merencanakannya.
4.      Program itu memiliki tujuan yang ideal, tetapi realistik dalam pelaksanaannya.
5.      Program itu mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua anggota staf pelaksanaannya.
6.      Menyediakan fasilitas yang diperlukan.
7.      Penyusunan disesuaikan dengan program pendidikan dilingkungan sekolah yang bersangkutan.
8.      Memberikan kemungkinan pelayanan kepada semua siswa sekolah yang bersangkutan.
9.      Memperlihatkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan memadukan sekolah dengan masyarakat.
10.  Berlangsung sejalan dengan proses penilaian diri, baik mengenai program itu sendiri maupun kemajuan dari siswa yang dibimbing, serta mengenai kemajuan pengetahuan keterampilan dan sikap para petugas pelaksanaannya.
11.  Program itu menjamin keseimbangan dan kesinambungan pelayanan bimbingan.

D.     Model perencanaan Program Bimbingan di SD
1.      Karakteristik Model
Program bimbingan dan konseling komprehensif adalah suatu model pengembangan program yan gdifokuskan pada penciptaan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk dapat mengembangkan kebutuhan, kekuatan, minat dan isu-isu yang berkaitan dengan berbagai tahap perkembangan siswa.
2.      Struktur Program
Sturktur program model komprehensif mencakup empat komponen program, yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif, (3) layanan perencanaan individual dan (4) layanan dukungan sistem.
3.      Distribusi Program
Untuk siswa Sekolah Dasar, distribusi keempat aspek layanan tersebut adalah (1) layanan dasar sekitar 50%, (2) layanan responsif sekitar 25%, (3) layanan perencanaan individual sekitar 25%.
4.      Rumusan Tujuan Program
5.      Komponen Program

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar